PENGANTAR INFORMATIKA
KONSEP DASAR PEMROGRAMAN
Pengertian dasar pemrograman adalah dari
kata"program" yaitu merupakan sederetan instruksi atau statement dalam
bahasa yang dimengerti oleh komputer yang bersangkutan"Yulikuspartono
(2009:29)". Sedangkan menurut Shelli dan Vermaat (2012:664) program
komputer adalah sekumpulan perintah yang memberitahukan komputer bagaimana
mengerjakan tugas-tugasnya. Sedangkan kata pemrograman merupakan
pengerjaan penulisan instruksi oleh progammer untuk menyelesaikan suatu
masalah.
Pemrograman juga dapat
diartikan sebagai aktivitas memberikan perintah terhadap komputer untuk
melakukan tugas-tugas tertentu menggunakan bahasa pemrograman. Bahasa
pemrograman sendiri merupakan instruksi-instruksi yang dimengerti oleh komputer
untuk melakukan tugas tertentu. Kumpulan tugas-tugas yang dapat dilakukan oleh
komputer tersebut kemudian akan menjadi program atau perangkat lunak. Perangkat
lunak adalah tuntunan instruksi yang ditulis dalam bentuk kode-kode menggunakan
bahasa pemrograman tertentu dan telah dikompilasi dengan menggunakan compiler
yang sesuai (Raharjo dalam Yulia, 2015, hlm.28). Sebagai catatan, sebetulnya
tidak semua program harus dikompilasi.
Instruksi-instruksi yang dapat diterima oleh komputer dapat memiliki perbedaan sintaks (aturan menyusun kode) dari bahasa satu ke bahasa lain. Namun demikian logika dan algoritma yang digunakan tetap sama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menguasai logika, algoritma, dan struktur bahasa dari pemrograman agar apa pun bahasa pemrogramannya, kita dapat tetap memerintah komputer untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu yang merupakan esensi dari pekerjaan seorang programmer. (https://serupa.id/pemrograman-dasar-konsep-logika-prinsip-langkah/).
Jenis Bahasa Pemrograman
Terdapat banyak sekali bahasa pemrograman yang kini beredar luas
dan digunakan oleh industri pengembangan perangkat lunak. Beberapa di antaranya
yang paling terkenal adalah Java, Python, C/C++, Visual Basic, PHP, dsb.
Meskipun ada ratusan jenis, secara umum bahasa pemrograman yang
dapat dimengerti oleh manusia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Bahasapemrograman tingkat rendah (low
level programming language)
2. Bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language).
Terdapat juga bahasa mesin (machines language) yang hanya dapat dimengerti oleh mesin komputer namun tidak relevan dalam pemrograman karena bahasa ini tidak dapat dipahami oleh manusia. Pengelompokan bahasa pemrograman ini didasarkan pada tingkat kemiripan perintah/sintaks dengan bahasa manusia.
·
Bahasa Pemrograman Tingkat
Rendah
Bahasa pemrograman tingkat rendah adalah bahasa pemrograman yang sintaksnya susah dipahami manusia secara umum. Dalam hal ini, struktur sintaksnya hanya dapat dipahami oleh orang-orang tertentu saja. Jenis bahasa pemrograman yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah bahasa pemrograman bahasa mesin dan Assembly.
·
Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi
Adapun bahasa pemrograman tingkat tinggi, struktur perintah/sintaks
sangat mirip dengan kalimat yang digunakan
manusia sehari-hari, sehingga mudah dibaca dan
dipelajari oleh manusia secara umum. Contoh jenis bahasa pemrograman yang
termasuk di kelompok ini adalah Java, Pascal, Python, C/C++ dll. (https://serupa.id/pemrograman-dasar-konsep-logika-prinsip-langkah/)
Seperti yang kita ketahui, bahasa manusia memiliki aturan dan konsep dasar seperti susunan kata, penggunaan tanda baca, hingga penyusunan paragraf. Hal ini juga berlaku pada bahasa komputer alias bahasa pemrograman.
Konsep dasar tersebut antara lain:
- Variable dan tipe data;
- Struktur kontrol;
- Fungsi atau sub program;
- dan Sintaks.
Sederhananya, variable merupakan wadah untuk menyimpan data yang nantinya dapat digunakan lagi dengan melakukan perujukan. Pada pemrograman, setiap data punya bentuknya masing-masing, dan setiap bentuk itu perlu wadah yang berbeda. Bentuk dari data ini disebut dengan istilah tipe data. Sebagian besar bahasa pemrograman memiliki tipe data standar yang kurang lebih sama. Tipe data standar adalah tipe data yang sudah ada dan tertanam secara default pada bahasa pemrograman.
Beberapa diantaranya yaitu:
- integer: Untuk menyimpan angka
bulat (contoh: 1, 2, 90)
- float: Untuk menyimpan angka
desimal (contoh: 2.5, 3.14, 2.71)
- string: Untuk menyimpan huruf dan
kumpulan huruf (contoh: “a”, “ikan”, “Inva si kode”)
- byte: Untuk menympan data mentah
seperti gambar dan teks
- boolean: Untuk menyimpan data
logika yaitu true dan false
- array: Untuk menyimpan kumpulan
variable dengan tipe yang sama
Selain tipe data standar, beberapa bahasa pemrograman mempersilahkan programmer untuk membuat tipe datanya sendiri. Tipe data ini disebut dengan tipe data bentukan.
Struktur kontrol: Percabangan merupakan salah satu jenis dari struktur kontrol yang berfungsi untuk melakukan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi boolean.
Kata kunci dalam percabangan ada 2 yaitu kondisi dan keputusan.
Contoh percabangan di dunia nyata:
jika (hari ini hujan) maka (aku akan tidur saja)
└─ kondisi └─ keputusan
Dengan percabangan, kita menginstruksikan komputer untuk menjalankan perintah tertentu jika suatu kondisi terpenuhi. Kondisi ini disebut dengan kondisi boolean.
Apa itu kondisi boolean?
Di poin sebelumnya sudah disebutkan bahwa boolean merupakan salah satu tipe data. Tipe data yang satu ini spesial, karena hanya dapat diisi dengan 2 nilai saja yaitu true dan false. Nilai inilah yang disebut dengan kondisi boolean.
Untuk mendapatkan kondisi boolean kita perlu sebuah pernyataan terlebih dahulu. Pernyataan ini disebut dengan ekspresi boolean. Apaan lagi tuh?
Sederhananya, ekspresi boolean adalah operasi perbandingan (lebih
dari, kurang dari, dan sama dengan) dan operasi logika (AND, OR, dan NOT).
Kebanyakan bahasa pemrograman menggunakan tanda berikut ini:
- ‘>’: lebih dari
- ‘<’: kurang dari
- ‘>=’: lebih dari atau sama
dengan
- ‘<=’: kurang dari atau sama
dengan
- ‘==’: sama dengan
- ‘!=’: tidak sama dengan
- '&&' atau dan: operator logika AND
- ‘||’ atau or: operator
logika OR
- ‘! ‘atau not: operator
logika NOT
Pada umunya struktur percabangan ditandai dengan klausa if diikuti dengan perintah yang akan dijalankan jika kondisi bernilai true.
Contoh percabangan dengan bahasa Python:
ular sawah
if (nilai >= 94): print("good")
Tidak perlu jadi programmer untuk bisa membaca kode itu, iya kan?
Konsep pemrograman selanjutnya adalah perulangan. Sama seperti percabangan, perulangan juga termasuk dari struktur kontrol. Perulangan berfungsi untuk mengulang-ulang sesuatu selama suatu kondisi boolean masih terpenuhi. Kadang kala, ketika memprogram kita perlu melakukan sesuatu yang repetitif. Contohnya saja mencetak angka dari 1 sampai 5. Tentu saja bisa dilakukan secara manual. Contohnya:
ular sawah
cetak(1)
cetak(2)
cetak(3)
cetak(4)
cetak(5)
Menulis kode seperti itu sah-sah saja memang. Tetapi itu kan cuma
sampai 5 saja, coba bayangkan kalau kita ingin mencetak 1000 angka. Dengan
menggunakan perulangan, kita tidak perlu repot menulis banyak baris kode.
Komputer akan dengan senang hati mengeksekusi perintah berulang dengan struktur
kontrol perulangan. Pada pemrograman, perulangan biasanya ditandai dengan
keyword for dan while. Berikut ini contoh perulangan for pada bahasa Python
untuk mencetak angka 1 sampai 999:
ular sawah
untuk angka dalam rentang(1.1000):
cetak(angka)
Lebih simpel dan lebih mudah dibaca kan.
Selanjutnya ada fungsi atau sub program.
Fungsi atau sub program merupakan cara untuk memecah masalah yang besar menjadi beberapa masalah yang lebih kecil agar lebih mudah diselesaikan. Selain itu, fungsi juga dapat digunakan kembali sehingga kode kita menjadi lebih efisien.
Mungkin kalian pernah mendengar istilah “fungsi” di matematika.
Contohnya begini:
f(x)=x^2+x+1f(x)=x2+x+1
Pada pemrograman kurang lebih juga seperti itu. Hanya saja variable yang dapat dimasukkan tidak terbatas pada angka saja. Bisa data apapun sesuai dengan tipe data yang sudah disebutkan sebelumnya.
Pada Python, fungsi matematika tersebut dapat dituliskan menjadi
seperti ini:
ular sawah
def f(x): kembalikan x*x + x + 1
Variable dalam fungsi (dalam hal ini x) pada pemrograman disebut dengan istilah parameter. Satu fungsi dapat menerima tidak hanya 1 parameter saja, namun bisa lebih dari itu atau tanpa parameter sama sekali.
ular sawah
def nama_lengkap(nama_depan, nama_belakang): kembalikan nama_depan + " " + nama_belakang
Itu adalah contoh fungsi dengan 2 parameter yang berfungsi untuk menggabungkan nama depan dan nama belakang menjadi nama lengkap.
SINTAKS Yang terakhir nih. Jika poin-poin sebelumnya bersifat umum untuk semua bahasa pemrograman, poin yang satu ini merupakan satu hal khusus dan merupakan ciri khas dari setiap bahasa pemrograman. Dalam berbahasa, sintaks merupakan aturan tata bahasa. Otomatis setiap bahasa memiliki sintaksis yang berbeda. Hal ini juga berlaku pada bahasa pemrograman. Setiap bahasa pemrograman memiliki sintaks yang unik satu sama lain. Walaupun kadang ada yang punya kesamaan, seperti c dan c++ yang ibaratnya mirip dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu.
Berikut ini adalah kode untuk menampilkan teks “Hello World”
dengan beberapa bahasa yang berbeda:
Contoh kode C/C++:
.cpp
#include<stdio.h>int main(){ printf("Hello World\n"); kembali 0;}
Contoh kode Python:
ular sawah
cetak("Halo Dunia")
Contoh kode Pascal:
pascal
program Hello_World;mulai writeln('Hello World');end.
Tak jarang ketika berbicara tentang “belajar pemrograman” kita cenderung menjurus pada belajar sintaks ini. Memang tidak salah, tapi tetap harus ingat bahwa bahasa pemrograman adalah alat untuk menyelesaikan masalah. Sehingga tidak peduli bahasa apa yang digunakan selama masalah bisa terselesaikan.
Memang banyak sekali bahasa pemrograman di luar sana. Tetapi jangan terlalu berambisi untuk menjadi polyglot bahasa pemrograman. Cukup pahami 1 bahasa saja beserta konsep-konsepnya secara mendalam, maka bahasa yang lain akan mudah bisa kita kuasai.
Selamat Coding 👋

Komentar
Posting Komentar